Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Advertisement

Cara menanam sawi didalam polybag agar tumbuh subur dan cepat panen

gambar tanaman sawi didalam polybag
Cara menanam sawi di polybag

OKB – Sawi adalah salah satu jenis sayuran yang sering dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia karena selain rasanya yang enak dan bisa di olah menjadi berbagai macam masakan, sawi juga memiliki banyak manfaat  untuk kesehatan tubuh karena sayuran ini memiliki kandungan gizi yang cukup tinggi.

Sawi memiliki kandungan fitonutrien yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh serta untuk mencegah beberapa penyakit. Sawi juga memiliki kandungan vitamin C yang ternyata lebih besar daripada kandungan vitamin C pada buah jeruk.

Dengan sering mengkonsumsi sawi maka akan terhindar dari resiko penyakit diabetes dan penyakit jantung. Sawi juga dapat mencegah terjadinya peradangan serta mencegah terjadinya pembentukan plak pada arteri.

Sawi juga sangat bagus untuk melakukan program diet karena sayuran ini juga dapat mengendalikan kolesterol didalam tubuh.

Karena rasanya yang enak dan manfaatnya yang begitu banyak tersebut membuat sawi menjadi salah satu jenis sayuran yang cukup digemari.

Sawi juga mudah untuk ditanam, bahkan sayuran ini bisa tumbuh dengan baik meskipun ditanam didalam pot atau polybag.


Jadi bagi yang ingin menanam sawi tapi tidak memiliki cukup lahan, maka solusinya adalah dengan menanamnya didalam pot atau polybag.

Cara menanam sawi didalam pot atau polybag bisa dilakukan dengan sangat mudah karena metode yang digunakan tidak terlalu rumit, yang terpenting bibit yang digunakan merupakan bibit unggul dan cara penanaman serta pemeliharaannya juga tepat. Tingkat keberhasilannya sama dengan metode penanaman dilahan terbuka yang luas.

Tanah yang cocok untuk menanam sawi adalah tanah yang teksturnya gembur dan banyak mengandung humus serta memiliki pembuangan air yang baik. Untuk derajat keasaman atau pH tanah yang baik yaitu antara 6 sampai 7.

Sawi lebih cocok ditanam didataran tinggi tapi juga bisa ditanam didataran rendah. Sawi dapat tumbuh dengan baik pada suhu yang tinggi, terutama pada musim penghujan sehingga hal yang harus diperhatikan yaitu ketika memasuki musim kemarau pasokan air harus diperhatikan karena sawi tidak dapat bertahan pada kondisi tanah yang kering.

Berikut ini panduan lengkap cara menanam sawi didalam polybag agar tumbuh subur dan cepat besar:

1. Pemilihan bibit sawi

Syarat utama untuk budidaya sawi agar bisa tumbuh dengan baik adalah pemilihan bibit yang unggul. Ciri-ciri dari bibit sawi unggul dan sehat, antara lain:
- Memiliki bentuk yang bulat dan ukurannya kecil.
- Memiliki kulit yang berwarna coklat agak kehitaman.
- Memiliki permukaan yang licin dan mengkilap.
- Bibit sawi yang baik biasanya dikemas menggunakan alumunium foil yang masih utuh.

Cara untuk menentukan biji sawi yang baik juga bisa dilakukan dengan cara merendam bibit didalam air sebelum ditanam.

Jika bibit sawi mengapung berarti bibit tersebut tidak berkualitas dan sebaiknya tidak digunakan karena bibit yang bagus pasti akan tenggelam saat direndam didalam air.

2. Penyemaian biji sawi

Pertama siapkan polybag yang berdiameter sekitar 15 cm, kemudian isi polybag dengan tanah humus atau sub soil dan akan lebih bagus lagi jika menggunakan kompos.

Biji sawi bisa langsung disemaikan ke dalam 1 polybag dan lakukan penyiraman secara rutin yaitu pada pagi dan sore hari.

Benih yang sehat biasanya akan cepat berkecambah dan terus tumbuh. Jika sudah berdaun 4 - 5 helai, maka bibit sawi bisa dipindahkan ke dalam pot atau polybag yang lebih besar.

3. Cara menanam bibit sawi ke dalam polybag

Pindahkan bibit sawi dengan hati-hati agar akarnya tidak rusak. Buat lubang pada media tanam didalam polybag menggunakan jari atau kayu kemudian masukkan bibit sawi ke dalam lubang tersebut. Satu polybag bisa ditanami 3 - 5 bibit sawi. Buat lubang sesuai dengan jumlah bibit yang akan ditanam.

Setelah selesai ditanam, lakukan penyiraman secara rutin pada pagi dan sore hari dan berikan pupuk organik secukupnya  seminggu sekali.

4. Perawatan dan pemeliharaan

- Penyiraman

Pemeliharaan sawi dapat dilakukan dengan penyiraman secara teratur disesuaikan dengan kondisi cuaca. Pada musim penghujan maka tanaman sawi tidak perlu disiram lagi, tapi pada musim kemarau tanaman sawi harus rutin disiram pada pagi dan sore hari karena tanaman ini memerlukan banyak air saat cuaca panas.

Lakukan penyiraman pada pagi dan sore hari, tapi jangan sampai membuat tanaman sawi tergenang air karena bisa menyebabkan akarnya busuk.

- Penjarangan

Penjarangan juga perlu dilakukan mulai dua minggu setelah proses penanaman bibit. Tujuannya untuk mencegah terhambatnya pertumbuhan tanaman sawi dengan cara mencabut tanaman yang tumbuh terlalu rapat.

Hal ini perlu diperhatikan karena tanaman sawi tidak akan bisa tumbuh dengan baik dan sehat jika lokasi tanamnya sangat rapat, selain itu unsur hara yang didapat dari tanah akan menjadi lebih sedikit.

- Penyulaman

Penyulaman adalah proses penggantian tanaman baru. Jadi jika tanaman sawi yang ditanam ada yang terkena hama atau penyakit atau ada yang mati maka tanaman tersebut dapat diganti dengan tanaman yang baru.

- Penyiangan

Penyiangan perlu dilakukan jika sudah terdapat gulma yang tumbuh disekitar tanaman sawi karena gulma akan menyerap sebagian nutrisi yang terdapat pada media tanam sehingga dapat menyebabkan pertumbuhan tanaman sawi terganggu.

- Pemupukan

Pemupukan menjadi salah satu faktor penting untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan tanaman sawi agar bisa tumbuh subur dan cepat besar. Pemupukan dapat dilakukan ketika tanaman sawi sudah menginjak usia 3 minggu.

Pupuk kandang atau pupuk kompos adalah pupuk terbaik untuk menyuburkan media tanam didalam polybag dan membuat kandungan unsur hara didalam tanah terpenuhi sehingga tanaman sawi bisa tumbuh dengan baik.

Perawatan dan pemeliharaan di atas sangat penting dilakukan untuk menjaga kesehatan tanaman sawi dan mengoptimalkan pertumbuhannya agar cepat panen dengan hasil yang berkualitas.

Pemeliharaan yang tepat juga dapat membuat tanaman sawi menjadi lebih sehat sehingga aman untuk dikonsumsi karena tidak terdapat penyakit yang menyerang tanaman tersebut.

5. Pengendalian hama dan penyakit

Dalam budidaya sawi tentunya tidak lepas dari gangguan hama dan penyakit. Tanaman sawi pada umumnya sering terserang hama ulat daun yang merusak daun sawi sehingga menyebabkan permukaan daun sawi menjadi rusak dan berlubang kemudian daun dan akarnya menjadi kering.

Untuk mengatasinya bisa dilakukan dengan cara non kimiawi yaitu dengan mengambil dan mengumpulkan ulat yang terdapat pada daun sawi kemudian membakarnya atau membuangnya jauh dari lokasi penanaman sawi. Untuk cara kimiawi dapat dilakukan dengan menggunakan semprotan insektisida.

Selain ulat daun, tanaman sawi juga sering terserang ulat tanah yang mengganggu akar tanaman dan membuat tanaman sawi menjadi layu, menguning, dan pada akhirnya mati.

Untuk mengatasinya bisa dilakukan dengan cara non kimiawi, yaitu dengan melakukan sanitasi tanaman. Sedangkan untuk cara kimiawinya bisa dilakukan dengan memberikan insektisida yang berbentuk butiran.

Kemudian untuk ulat grayak yang dapat membuat daun menjadi kuning, berlubang, dan tidak beraturan dapat dikendalikan dengan cara membuang ulat dan disemprot menggunakan insektisida jenis matador. Sedangkan untuk hama leaf miner yang membuat daun menjadi layu dan mati dapat diatasi dengan penyemprotan insektisida jenis trigard.

Penyakit yang biasanya dialami tanaman sawi adalah pembusukan pada daun yang pada awalnya mengubah warna daun menjadi kuning kemudian terdapat lendir dan pada akhirnya daun menjadi busuk.

Untuk mengendalikan penyakit ini dapat dilakukan dengan cara sanitasi atau penyemprotan fungisida jenis bion, topsin, dan kocide. Untuk penyakit akar gada yang dapat membuat akar sawi menjadi busuk, kering, dan mati dapat dikendalikan dengan sanitasi.

Kemudian untuk penyakit bercak daun dapat diatasi dengan penyemprotan fungisida yang berbahan aktif, dan untuk penyakit busuk alternaria yang dapat membuat akar menjadi kering dapat dikendalikan dengan penyemprotan fungisida dithane.

6. Masa panen

Sawi dapat dipanen ketika usianya sudah menginjak 2 bulan. Cara panen bisa dilakukan dengan cara mencabut seluruh bagian tanaman dan bisa juga dengan memotong batang sawi bagian atasnya saja atau bisa juga dengan hanya memetik daunnya saja.

Memanen sawi dengan cara memetik daunnya saja bisa membuat tanaman sawi hidup lebih lama sehingga tidak perlu lagi mengulang proses penanaman kembali. Cara ini paling cocok dilakukan untuk memanen sawi yang ditanam dipekarangan rumah untuk konsumsi sendiri, jadi bisa dipetik kapan saja saat dibutuhkan.

Baca juga:



Demikian informasi tentang cara menanam sawi didalam polybag agar tumbuh subur dan cepat panen yang dapat kami sampaikan pada artikel kali ini. Untuk informasi lain seputar pertanian dan peternakan, dapat dibaca pada artikel OKB lainnya.

Semoga bermanfaat
Terima kasih

Post a Comment for "Cara menanam sawi didalam polybag agar tumbuh subur dan cepat panen"