Cara menanam cabe didalam polybag agar cepat besar dan cepat berbuah
OKB – Cabai atau cabe termasuk salah satu jenis bumbu dapur yang sering digunakan untuk menambahkan rasa pedas pada makanan. Cabe termasuk komoditas pertanian yang harganya fluktuatif, terutama menjelang hari-hari besar seperti bulan ramadhan atau lebaran, maka harga cabe pasti akan melonjak tinggi.
Oleh karena itulah sekarang ini banyak orang yang menanam cabe dipekarangan rumahnya untuk persediaan sendiri. Jadi kapanpun dibutuhkan tinggal petik tanpa perlu kuatir jika harga cabe sedang naik. Selain ditanam dilahan yang luas, cabe juga bisa ditanam didalam pot atau polybag, jadi bagi yang tidak memiliki cukup lahan juga bisa menanam cabe.
Cara menanam cabe didalam pot atau polybag cukup mudah untuk dilakukan karena tanaman ini bisa ditanam didataran tinggi maupun dataran rendah dengan ketinggian 0 - 2000 meter diatas permukaan laut dengan suhu optimal pada kisaran 24 - 27 derajat celcius. Tapi tanaman ini masih bisa tahan terhadap suhu yang lebih dari itu tergantung dari jenis varietasnya.
Salah satu jenis cabe yang cocok untuk ditanam dipekarangan adalah cabe rawit karena cabe jenis ini relatif lebih tahan terhadap iklim tropis dan rasanya juga lebih pedas sehingga lebih banyak digunakan sehari-hari, baik untuk campuran masakan atau untuk dimakan langsung sebagai teman gorengan atau lalapan.
Berikut ini cara menanam cabe didalam polybag agar cepat besar dan cepat berbuah:
1. Pemilihan bibit cabe
Dipasaran ada banyak varietas cabe, mulai dari varietas hibrida maupun lokal. Pada dasarnya cara menanam cabe lokal dan hibrida tidak ada perbedaan, tapi biasanya untuk cabe hibrida dianjurkan dirawat dengan produk obat-obatan tertentu.
Cara menanam cabe lokal lebih mudah dibanding cara menanam cabe hibrida karena cabe lokal lebih mudah beradaptasi dengan kondisi lingkungan dibanding cabe hibrida. Hanya saja produktivitasnya masih kalah dengan cabe hibrida.
Untuk menanam cabe didalam polybag sebaiknya tidak langsung dilakukan dari benih atau biji, tapi harus disemaikan terlebih dahulu.
Proses penyemaian ini gunanya untuk menyeleksi pertumbuhan benih, memisahkan benih yang tumbuhnya kerdil, cacat atau berpenyakit. Selain itu juga untuk menunggu kesiapan bibit cabe sampai cukup tahan untuk ditanam ditempat yang lebih besar.
Tempat persemaian bisa berupa polybag ukuran kecil (8×9 cm), plastik, pot, baki (tray) persemaian, atau petakan tanah. Tapi cara yang paling ekonomis adalah dengan menyiapkan petakan tanah untuk media persemaian.
Buat petakan tanah dengan ukuran secukupnya, campurkan kompos dengan tanah lalu di aduk-aduk sampai merata. Butiran tanah dibuat sehalus mungkin agar akar tanaman bisa menembusnya dengan mudah. Buat ketebalan petakan tersebut sekitar 5 - 10 cm dan di atasnya dibuat larikan dengan jarak 10 cm.
Masukkan benih/biji cabe dalam larikan tersebut dengan jarak 7,5 cm kemudian siram untuk membasahi tanah kemudian ditutup dengan tanah. Setelah itu dibagian atasnya ditutup dengan karung goni basah selama 3 - 4 hari. Pertahankan agar karung goni tetap basah.
Pada hari ke-4 buka karung goni karena tunas-tunas bibit cabe sudah mulai tumbuh. Sebaiknya petakan persemaian ditudungi/diberi atap menggunakan plastik transparan untuk melindungi bibit cabe yang masih kecil dari panas berlebih dan air hujan secara langsung karena dapat merusak bibit cabe.
Bibit cabe siap dipindahkan kedalam polybag besar setelah berumur 3 - 4 minggu atau setelah tanaman cabe memiliki 3 - 4 helai daun.
2. Pemindahan bibit cabe ke dalam polybag
Pilih polybag yang berukuran diatas 30 cm agar cukup kuat untuk menopang pertumbuhan tanaman cabe yang rimbun. Selain menggunakan polybag, bisa juga menggunakan pot atau bisa menggunakan wadah-wadah bekas seperti ember yang sudah tidak terpakai dengan melubangi bagian bawahnya untuk saluran drainase.
Untuk media tanamnya bisa menggunakan campuran tanah, kompos, pupuk kandang, sekam padi, dan arang sekam. Buat media tanam sehalus mungkin dengan cara mengayaknya.
Campurkan sekitar 3 sendok NPK dalam setiap polybag kemudian di aduk sampai campuran tersebut benar-benar rata. Lapisi bagian dalam polybag dengan sabut kelapa, pecahan genteng, atau kerikil untuk mencegah agar air tidak menggenangi daerah perakaran tanaman.
Setelah media tanam disiapkan, pindahkan bibit cabe dari tempat persemaian kedalam polybag. Lakukan pemindahan pada pagi hari atau sore hari karena matahari tidak terlalu terik untuk menghindari stress pada tanaman.
Lakukan pemindahan bibit dengan hati-hati dan jangan sampai akar tanaman rusak. Buat lubang tanam pada media tanam didalam polybag sedalam 5 - 7 cm.
Jika persemaian menggunakan polybag kecil atau plastik, copot/sobek polybag/plastik persemaian lalu masukan seluruh tanah tempat persemaian kedalam lubang tanam didalam polybag yang baru.
3. Perawatan
Lakukan pemupukan tambahan dengan dosis satu sendok makan NPK per polybag setiap bulannya. Atau jika ingin menanam cabe secara organik, sebagai gantinya semprotkan pupuk organik cair pada masa pertumbuhan daun dan pertumbuhan buah dan tambahkan satu kepal kompos atau pupuk kandang pada saat tanaman cabe akan berbuah.
Tanaman cabe sebaiknya disiram paling sedikit 3 hari sekali, tapi jika matahari bersinar sangat terik sebaiknya siram tanaman cabe setiap hari.
Setelah tanaman cabe tumbuh sekitar 20 cm, sebaiknya berikan acir bambu untuk menopang tanaman agar tidak roboh.
Tunas-tunas muda yang tumbuh di sela-sela ketiak daun sebaiknya dihilangkan (dirompes) mulai pada hari ke-20 setelah bibit ditanam. Prompesan biasanya dilakukan tiga kali sampai terbentuknya cabang agar tanaman tidak tumbuh kesamping ketika batang belum terlalu kuat menopang.
4. Penanggulangan hama dan penyakit
Penggunaan pestisida sebaiknya hanya dilakukan jika tanaman cabe terlihat terserang hama atau penyakit saja. Jika terlihat ada hama putih segera disemprot menggunakan pestida, jika terlihat ada bakal ulat segera disemprot menggunakan insektisida secukupnya, dan jika terlihat adanya jamur gunakan fungisida untuk membasminya. Untuk menanam cabe secara organik, gunakan pestisida alami.
5. Panen
Umur tanaman cabe dari mulai tanam hingga panen bervariasi tergantung jenis varietas dan lingkungannya. Masa panen terbaik adalah ketika buah cabe belum sepenuhnya berwarna merah, atau yang masih ada garis hijaunya. Buah seperti ini sudah masuk bobot yang optimal dan masih bisa tahan selama 2 - 3 hari sebelum terjual oleh pedagang dipasar.
Waktu panen sebaiknya dilakukan pada pagi hari setelah embun kering. Hindari memanen cabe pada malam dan siang hari.
Baca juga:
Demikian sedikit informasi tentang cara menanam cabe didalam polybag agar cepat besar dan cepat berbuah yang dapat kami sampaikan pada artikel kali ini. Untuk informasi lain seputar peternakan dan pertanian, dapat dibaca pada artikel OKB lainnya.
Semoga bermanfaat
Terima kasih
Post a Comment for "Cara menanam cabe didalam polybag agar cepat besar dan cepat berbuah"