Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Advertisement

Cara beternak Ulat Hongkong yang benar agar cepat panen

(Ulat Hongkong)
Ulat Hongkong atau mealworm adalah salah satu jenis pakan yang sangat bermanfaat untuk burung kicauan dan beberapa hewan peliharaan lainnya. Ulat ini memiliki kandungan protein dan kalori yang dibutuhkan burung.

Dengan semakin maraknya hobi burung kicau, maka semakin banyak pula orang-orang yang memelihara burung kicauan, baik hanya sebagai klangenan dirumah, untuk ditangkarkan, atau untuk mengikuti lomba.

Hal ini tentu menjadi peluang bisnis dalam penyediaan pakan burung, termasuk Ulat Hongkong (UH) yang setiap hari dibutuhkan oleh para Kicau Mania untuk memberi pakan burung-burung peliharaannya.

Ulat Hongkong (UH) sangat mudah di budidayakan asal tau langkah-langkahnya, kerena ulat ini tidak mudah mati dan cepat berkembang biak.

Berikut ini cara beternak Ulat Hongkong (UH) yang benar agar cepat panen:

• Menyiapkan bibit

Langkah pertama yang harus dilakukan untuk memulai ternak Ulat Hongkong (UH) adalah menyiapkan bibit. Bibit Ulat Hongkong bisa dibeli di kios-kios pakan burung atau di pasar burung.

Pilihlah Ulat Hongkong (UH) yang sudah berukuran besar agar cepat menjadi kepompong dan menjadi kumbang. Tempatkan 2 kg Ulat Hongkong (UH) dalam kotak yang sudah diberi alas dedak.

Ulat Hongkong (UH) dewasa dengan ukuran panjang 15 mm akan menjadi kepompong dalam waktu 7 - 10 hari kedepan secara bergantian.

• Pengambilan kepompong

Pengambilan kepompong Ulat Hongkong (UH) dilakukan setiap 3 hari sekali dan ditempatkan di wadah terpisah dengan kepompong yang sudah di ambil sebelumnya agar kepompong-kepompong tersebut dapat tumbuh menjadi kumbang secara bersamaan.
(Kepompong Ulat Hongkong)
Ambil kepompong yang sudah berwarna putih kecoklatan lalu diletakkan dalam kotak pemeliharan yang sudah diberi alas Koran sebelumnya. Selanjutnya, sebar kepompong jangan sampai bertumpukan, kemudian tutup kembali menggunakan kertas koran.

Tempatkan kotak pemeliharaan di lokasi yang aman agar terhindar dari predator seperti cicak, tokek dan semut.
Pada usia 10 hari kepompong mulai menunjukkan tanda-tanda akan menjadi kumbang. Jika sayap kumbang masih berwarna kecoklatan sebaiknya jangan diambil dulu, tunggu sampai kumbang berwarna hitam mengkilat yang menandakan bahwa kumbang sudah siap untuk bertelur.

Tempatkan kumbang-kumbang Ulat Hongkong (UH) di kotak khusus yang terpisah dari kotak untuk kepompong dan berikan kapas sebagai alas untuk bertelur. Atau cukup dikasih alas berupa dedak juga bisa.
(Kumbang Ulat Hongkong)
Setelah tujuh hari kumbang yang sudah terpisah dari kapas, diberi kapas baru lagi dan begitu seterusnya. Tingkat kematian pada kumbang bisa mencapai 2 - 4% sekali turun.

• Penetasan telur

Telur akan mulai menetas setelah berumur 10 hari. Setelah usia Ulat Hongkong (UH) mencapai 30 hari, baru bisa dipisahkan dari kapasnya.

• Pemberian pakan untuk bibit Ulat Hongkong (UH)

- Untuk satu kotak bibit Ulat Hongkong (UH) diberi pakan sekitar 500 gram dengan interval waktu empat hari sekali. Atau diberikan jika pakan sudah benar-benar habis. Caranya dengan dikepal-kepal menjadi 3 bagian, tujuannya agar ulat yang sudah menjadi kepompong tidak tertimbun oleh makannya, karena bisa menyebabkan kepompong mati dan busuk.

- Selain diberikan dedak dan ampas tahu, pakan untuk bibit Ulat Hongkong (UH) sebaiknya juga dicampur dengan tepung tulang dan juga voer kering, tujuannya supaya kepompong bisa tumbuh dengan ukuran lebih besar.

• Pemberian pakan untuk kumbang

Pemberian pakan untuk kumbang tidak perlu terlalu banyak. Pakan diberikan 3 hari sekali dengan cara disebar merata didalam kotaknya.

• Pemberian pakan untuk anakan Ulat Hongkong (UH)

Jika ulat masih berada didalam kapas, sebaiknya diberi pakan dengan sayuran seperti sawi atau selada. Sayuran tersebut dijemur dulu sampai setengah kering.
Jika diberikan pakan biasa, takarannya 100 gram disebar merata. Tunggu sampai pakan habis, baru diberikan lagi.

Jika ulat sudah terpisah dari kapas, pemberian pakan diberikan sekitar 1 kg dengan cara dikepal-kepal dan sebagian disebar merata didalam kotaknya.

Sedangkan untuk ulat yang masih kecil diberikan sekitar 2 kg pakan untuk satu kotak ulat dengan ukuran panjang ulat sekitar 6 mm atau yang berumur 30 - 60 hari.
(Anakan Ulat Hongkong)
Untuk ulat dewasa yang berumur 60 - 90 hari, pakan diberikan sebanyak 1,5 kg - 2 kg per kotaknya dengan cara dikepal dan disebar sedikit didalam kotaknya.

Baca juga:




Demikian informasi tentang cara beternak Ulat Hongkong yang benar agar cepat panen. Untuk informasi lain seputar pakan ternak, dapat dibaca pada artikel OKB lainnya.

Semoga bermanfaat
Terima kasih

1 comment for "Cara beternak Ulat Hongkong yang benar agar cepat panen"