Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Advertisement

Cara beternak Ayam Bangkok untuk pemula agar berhasil

Ternak ayam bisa menjadi pilihan bisnis yang menguntungkan, karena banyak orang yang telah meraih kesuksesan dengan usaha peternakan ayam yang digelutinya.

Banyak jenis ayam yang bisa diternakkan dan memiliki potensi keuntungan yang cukup menggiurkan, antara lain: ayam petelur, ayam broiler, ayam joper, ayam kampung dan juga ayam bangkok.

Untuk bisa menghasilkan ayam yang berkualitas bagus dibutuhkan tehnik dan cara budidaya yang tepat. Dan kali ini kita akan membahas cara beternak ayam bangkok yang baik dan benar untuk pemula agar bisa berhasil.

Sesuai dengan namanya, ayam bangkok berasal dari Thailand dan telah di akui sebagai ayam petarung dengan kualitas terbaik. Ayam ini memiliki sifat fighter yang sangat tinggi dan akan bertarung habis-habisan sampai mati.

Ayam bangkok dibedakan menjadi 7 macam sesuai dengan warna bulunya, yaitu:

Putih

Yaitu ayam bangkok yang memiliki warna bulu dasar putih.

Wiring

Yaitu ayam bangkok yang memiliki warna bulu tubuh hitam dengan ekor dan bulu rawis yang bewarna kuning kemarahan.

Wangkas:

Adalah ayam bangkok yang mirip dengan ayam bangkok wiring dengan rawisnya kuning kemerahan.

Jali

Adalah ayam bangkok yang memiliki warna bulu blirik yang merupakan campuran dari berbagai warna seperti putih, hitam dan merah.

Klawu

Adalah ayam bangkok yang memiliki warna bulu dasar abu-abu.

Blorok

Adalah ayam bangkok yang memiliki bulu dengan totol-totol dari berbagai warna seperti putih, hitam dan merah.

Jragen

Adalah ayam bangkok yang memiliki warna bulu dasar hitam.

Tidak seperti ayam jenis lain, ayam bangkok masih jarang dibudidayakan di Indonesia, padahal ayam bangkok cukup banyak peminatnya. Alasannya karena di anggap kurang menguntungkan, tidak seperti budidaya ayam petelur maupun pedaging yang mudah dalam pemasarannya karena semakin hari permintaan pasar akan daging dan telur ayam semakin meningkat.

Sementara untuk ayam bangkok, masih banyak yang tidak mengerti tentang seluk beluk pemasarannya dan juga keuntungan dalam membudidayakannya.

Berikut ini tahapan dalam beternak ayam bangkok:

• Pemilihan bibit unggul

Dalam budidaya ayam bangkok, hal yang pertama yang harus dilakukan adalah menyiapkan bibit unggul agar nantinya dapat menghasilkan keturunan yang berkualitas bagus.

Ciri-ciri ayam bangkok petarung yang bagus untuk pacek/indukan:

- Batok kepala dan tulang alisnya tebal.
- Bulu mengkilap dan kaku, terutama pada bulu sayap dan ekor.
- Kaki bersisik kasar dengan bentuk dari persegi empat sampai bulat.
- Kepalanya berbentuk buah pinang.
- Ketika berdiri, sikap badannya tegak dan kokoh.
- Mata masuk ke dalam, sipit, dan jernih.
- Kulit muka kasar, tebal dan berwarna merah.
- Paruh besar, kuat melengkung dan beralur mulai dari lubang hidung sampai ke arah muka.
- Lubang hidung agak menonjol ke depan.
- Jari kaki panjang, kecil dan kuat dengan susunan jarinya mekar.
- Pandai memukul bagian vital lawan.
- Pukulan keras dan akurat.
- Semangat tarung tinggi.
- Tulang-tulangnya kasar dan rapat.

• Proses perkawinan

Satu hal yang harus diperhatikan dalam mengawinkan ayam bangkok adalah tidak mengawinkan saudara sedarah (satu induk). Tapi perkawinan antara induk (F1) dan anak (F2) masih diperbolehkan. Begitu juga dengan perkawinan antara induk (F1) dan cucu (F3).

Mengawinkan indukan ayam bangkok bisa dilakukan di kandang umbaran atau dengan sistem kawin tembak (dogdogan). Caranya induk betina dipegangi, lalu didekatkan dengan pejantan untuk dikawini. Cara ini terkenal paling efektif dan cepat menghasilkan keturunan.

Induk ayam bangkok jantan yang baik biasanya tidak terlalu sulit dikawinkan dengan cara dogdogan. Jika pejantan tidak mau mengawini induk betina dengan cara dogdogan, sebaiknya induk jantan dan induk betina dikawinkan di dalam kandang umbaran.

Satu ekor pejantan ayam bangkok bisa mengawini 3-4 induk betina. Perkawinan juga bisa dilakukan secara inseminasi buatan, tetapi cara ini jarang dilakukan karena cara perkawinan alamiah terhitung cukup gampang dilakukan dan tidak perlu mengeluarkan biaya khusus untuk membeli peralatan inseminasi.

Induk ayam bangkok betina yang telah dikawinkan akan mulai bertelur seminggu kemudian. Induk ayam bangkok betina biasanya bertelur tidak lebih dari 20 butir setiap periodenya. Berbeda dengan ayam kampung yang bisa bertelur sampai 40 butir untuk setiap periode.

Telur-telur yang dihasilkan bisa dierami oleh induknya atau ditetaskan didalam mesin tetas. Tapi untuk usaha skala kecil, penetasan bisa dilakukan oleh induknya, tetapi untuk usaha berskala besar, terutama peternakan yang menjual anakan (DOC), penetasan dengan mesin tetas dapat mempercepat kapasitas produksinya.

Telur ayam bangkok akan menetas setelah dierami oleh induknya selama 21 hari atau sama dengan penetasan menggunakan mesin tetas.

Anak ayam bangkok yang baru menetas bisa ditempatkan dikandang postal setelah berumur dua hari. Kandang postal untuk anak ayam bangkok harus dilengkapi dengan pemanas yang berfungsi sebagai induk buatan.

• Kandang

Kandang juga menjadi salah satu faktor untuk keberhasilan ternak ayam bangkok. Oleh karena itu kandang ternak harus selalu terjaga kebersihannya. Wadah pakan dan air minum juga harus selalu dalam kondisi bersih agar tidak terjangkit kuman dan bakteri yang bisa mengganggu kesehatan ayam bangkok.

• Pemberian pakan

Agar berhasil dalam beternak ayam bangkok kita harus memberikan pakan yang berkualitas dan memiliki kandungan nutrisi yang lengkap.

Pakan utama untuk ayam bangkok yang bagus diantaranya adalah: pelet (voer), jagung, bekatul, beras merah, beras biasa, gabah, dan jenis kacang-kacangan. Porsi pemberian pakan dan frekuensi pemberiannya harus disesuaikan dengan umur dari ayam bangkok.

• Penjemuran

Sinar matahari pagi sangat baik untuk kesehatan ayam bangkok karena mengandung vitamin D yang sangat dibutuhkan oleh tubuh.

Tidak hanya Manusia saja yang bisa merasakan manfaat dari sinar matahari, tapi semua mahluk hidup termasuk ayam bangkok juga sangat memerlukan sinar matahari.

Kita bisa mengeluarkan ayam bangkok dari dalam kandang mulai jam 06.00-08.00 pagi. Waktu penjemurannya maksimal selama 30 menit, dan jangan melakukan penjemuran di atas jam 08.00 pagi karena justru tidak bagus untuk kesehatan ayam bangkok.

Baca juga:

Pakan terbaik untuk Ayam Bangkok sesuai tahapan usianya

Cara ampuh mengobati Ayam Bangkok ngorok dengan bahan-bahan alami

Cara paling efektif untuk melatih mental tarung Ayam Bangkok aduan

Demikian informasi tentang "Cara beternak Ayam Bangkok untuk pemula agar berhasil". Untuk informasi lain seputar Ayam Bangkok, dapat dibaca pada artikel OKB yang lain.

Semoga bermanfaat
Terima kasih

Ayam bangkok jantan dan betina

Post a Comment for "Cara beternak Ayam Bangkok untuk pemula agar berhasil"